
Kawan Muda, pernahkah membayangkan bagaimana suasana di balik proses persidangan yang selama ini hanya dipelajari melalui buku dan perkuliahan? Kesempatan itulah yang dirasakan oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Program Magang Mandiri di Pengadilan Negeri Kepanjen Kelas IA.
Dalam rangka meningkatkan pemahaman terhadap praktik hukum secara langsung, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Program Magang Mandiri di Pengadilan Negeri Kepanjen Kelas IA. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai sistem peradilan di Indonesia.
Program magang ini berlangsung selama lebih dari tiga bulan, yaitu sejak 23 Februari hingga 6 Juni 2025. Selama menjalani program tersebut, mahasiswa berkesempatan untuk mengamati proses persidangan secara langsung, mempelajari administrasi perkara, memahami mekanisme pelayanan hukum kepada masyarakat, serta mengenal berbagai tugas dan fungsi aparatur peradilan. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam mengembangkan kemampuan profesional sebagai calon sarjana hukum yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama menjalani magang adalah kesempatan untuk mengamati jalannya persidangan dari berbagai jenis perkara. Mahasiswa dapat menyaksikan secara langsung proses pemeriksaan perkara pidana, perdata, hingga perkara yang melibatkan anak sebagai pelaku maupun korban tindak pidana.
Melalui pengamatan langsung di ruang sidang, mahasiswa dapat memahami bagaimana hukum acara diterapkan dalam praktik yang sesungguhnya. Pengalaman ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses penegakan hukum yang selama ini dipelajari melalui teori di ruang kelas. Selain itu, mahasiswa juga dapat melihat secara langsung peran hakim, jaksa, penasihat hukum, serta para pihak yang terlibat dalam proses persidangan.

Selain mengamati jalannya persidangan, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman dalam memahami proses administrasi yang mendukung kinerja pengadilan. Mereka mempelajari pengarsipan berkas perkara, pengelolaan data perkara melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), serta mekanisme pendaftaran perkara secara elektronik melalui layanan e-Court.
Selain itu, mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk menyaksikan proses mediasi di ruang mediasi pengadilan. Mediasi merupakan salah satu upaya penyelesaian sengketa yang wajib ditempuh sebelum pemeriksaan perkara perdata di persidangan. Melalui pengamatan ini, mahasiswa semakin memahami pentingnya penyelesaian sengketa secara damai sebagai alternatif yang lebih efisien dibandingkan proses litigasi secara penuh.
Program magang ini juga membuka wawasan mahasiswa terhadap realitas pelayanan hukum kepada masyarakat. Melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Pengadilan Negeri Kepanjen memberikan akses informasi dan layanan administrasi kepada masyarakat pencari keadilan. Mahasiswa turut mengamati bagaimana petugas melayani berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pendaftaran perkara hingga permohonan salinan putusan.
Melalui Program Magang Mandiri Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, pengalaman di Pengadilan Negeri Kepanjen ini membuktikan bahwa pendidikan hukum tidak berhenti di ruang kelas. Program ini menjadi bukti nyata komitmen UMM dalam mencetak lulusan hukum yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga matang secara praktis.
Pengadilan Negeri Kepanjen telah menjadi ruang belajar yang luar biasa, tempat hukum tidak lagi sekadar teks dalam buku, melainkan hadir dan bekerja secara nyata di tengah masyarakat. Sebuah pengalaman yang tak ternilai harganya dan menjadi langkah awal yang kokoh menuju dunia hukum yang sesungguhnya.
Nah, Kawan Muda, pengalaman ini menunjukkan bahwa belajar hukum tidak hanya tentang memahami teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana hukum bekerja dalam kehidupan nyata. Pengalaman seperti inilah yang menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia profesional di masa depan.
Penulis : Nailul Magfiroh, Rafli Ahmad Fahrezi, Imam Hanif Baihaqqi Firdaus, Moh Bintang Hanavy, Dita Qurotul Ayuni
Editor : Amirah Huwaidah A. (UC Aira)
